KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN

Pertanyaan :

Manfaat mempelajari materi Kewartawanan dan Wartawan!
Manfaat nya ialah bertambahnya ilmu pengetahuan tentang dunia kewartawanan dan wartawan. Serta mengetahui banyak informasi.

Motivasi mempelajari materi Kewartawanan dan Wartawan?
Motivasi nya ialah agar memahami dan menambah pengetahuan tentang dunia wartawan.

 Manfaat mempelajari Kewartawanan dan Wartawan dalam kehidupan sehari-hari ?
Manfaat nya dapat mengetahui dan memahami dunia kewartawanan serta menjadi pemberi informasi ataupun menginformasikan sesuai dengan kententuan dalam dunia wartawan 

Pentingkah materi memperlajari Kewartawanan dan Wartawan bagi profesi guru?
Sangatlah penting dimana guru akan memberikan informasi yang baik dan mudah di pahami oleh pendengar. Tidak lagi sulit dalam memberikan pemahaman dalam dunia wartawan serta mudah mendapatkan informasi.



        Kewartawanan atau jurnalisme adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa. Pengertian jurnalisme dalam konsep media, berasal dari perkataan journal, artinya catatan harian mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti surat kabar.Jurnal berasal dari perkataan Latin diurnalis, artinya harian atau tiap hari.

        Di Indonesia, istilah "jurnalistik" dulu dikenal dengan "publisistik".Dua istilah tersebut mulanya kerap saling tertukar, hanya berbeda asalnya saja. Beberapa kampus di Indonesia sempat menggunakannya karena berkiblat kepada Eropa. Seiring waktu, istilah jurnalistik muncul dari Amerika Serikat dan menggantikan istilah publisistik. Publisistik juga digunakan untuk membahas Ilmu Komunikasi.

        Jurnalistik adalah pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), penyuntingan naskah berita (editing), dan penyajian atau penyebarluasan berita (publishing/broadcasting) melalui media.

        Wartawan merupakan orang yang pekerjaannya mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita, dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa, baik yang tercetak maupun elektronik yang dapat disebut sebagai wartawan ialah reporter, editor, juru kamera berita, juru foto berita, redaktur, dan editor audio visual.

            Definisi wartawan yang tercantum dalam pasal 1 butir 4 undang-undang Nomor 40 tahun 1999 perlu diubah sehingga berbunyi: wartawan adalah profesi yang secara teratur melakukan kegiatan jurnalistik dalam bentuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi kepada perusahaan pers atau kantor berita untuk disiarkan atau dipublikasikan kepada masyarakat umum, agar mereka memperoleh informasi yang benar tepat, akurat dan objektif.

        Wartawan, jangan diartikan sebagai orang seperti Hartawan = orang yang mempunyai harta, ilmuwan = orang yang memiliki ilmu (orang berilmu) dan Dermawan = orang yang suka beramal, karena Hartawan, ilmuwan, dan Dermawan menunjukkan seorang; sedangkan wartawan, dokter, dan advokat menunjukkan profesi.

Perbedaan jurnalis, wartawan, dan reporter 
1 jurnalis memiliki makna sama sebuah profesi yang tugasnya mencari 
2 wartawan mengumpulkan, menyeleksi dan menyebarluaskan informasi 
3 reporter khalayak melalui media massa
Tujuan wartawan tujuan wartawan melakukan wawancara ialah untuk memperoleh informasi, namun informasi macam apa yang di ingin digali, bisa dirinci sebagai berikut: 
1. Untuk memperoleh fakta 
2. Uuna memperoleh fakta yang penting dari suatu wawancara reporter harus menemukan sumber yang kredibel dan bisa dipercaya dengan informasi akurat 
3.Wartawan bisa saja mewawancarai orang yang kebetulan ditemui di jalan untuk dimintai pendapatnya tentang kondisi krisis ekonomi.


Jenis-jenis wartawan Adapun jenis-jenis wartawan yaitu: 
 wartawan profesional wartawan profesional ialah wartawan yang menjadikan kegiatan kewartawanan sebagai profesi.
kedua wartawan free lance wartawan free lance ialah wartawan yang tidak tergantung pada suatu Kabar atau berita saja 
Ketiga koresponden istilah ini sering dipakai untuk menyebut wartawan yang bertugas di daerah dan tidak berada pada suatu kota dengan pusat penerbitan.
etiga wartawan kantor berita wartawan kantor berita ialah seorang wartawan dari satu kantor berita atau new pers agency.

Indikator wartawan beberapa indikator ini diharapkan dapat membantu pelaksanaan tugas karawartawanan diantaranya: 
1. kompleksitas 
2. Keneralis
3. Peka terhadap setiap peristiwa 

Tugas dari seorang wartawan 
        Tugas dari seorang wartawan ialah reporting ialah bentuk laporan yang memerlukan kemampuan untuk melaporkan dan menulis tentang berbagai topik wartawan melakukan pelaporan dalam berbagai outlet berita Seperti surat kabar, stasiun televisi berita dan stasiun radio berita di mana tugas yang mengumpulkan berita.

        Sifat Wartawan sifat-sifat wartawan menurut J. Ccaisy (meinanda 1981:70 )mengatakan pertama-tama orang harus mempunyai mata dan telinga bahkan lidah yang licin ada gunanya mata digunakan untuk mengamati secermatnya, telinga dipergunakan untuk mendengarkan berita atau informasi, sementara lidah yang licin dipergunakan untuk mengajak pembicara kepada persoalan dalam hubungan dengan profesi kewartawanan. Carl N. (menanda 1981: 71-72) memberikan sepuluh pasangan untuk menjadi wartawan yang baik yakni: 
1. Perhatikan dengan sebaik-baiknya dengarkan dan sungguh-sungguh 
2. Isi persediaan otak dengan pengetahuan 
3. Tumbukan lapang yang luas 
4. Membacalah dengan teratur dan dengan pikiran yang kritis 
5. Perlihatkan inisiatif dan kesanggupan 
6. Bekerja dengan rajin dan sabar 
7. Pergunakanlah pikiran Janganlah memalsukan sesuatu
8.. Menulislah dan teruslah menulis 
9. Berpikirlah dengan jelas dan cermat 
10. Pergunakanlah waktu yang terluar dengan sebaik-baiknya.

Daftar pustaka
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wartawan
Buku Jurnalistik "Kemahiran Berbahasa Produktif".

Email        : sriadinda627@gmail.com
Instragram    : adindalbs_

Komentar

Posting Komentar